Page 3 - laporan keuangan 2016
P. 3






Kinerja Usaha 2016





Perseroan telah mengakhiri tahun 2016 dengan kinerja yang lebih baik dalam hal penjualan dan keuntungan dibandingkan dengan tahun 
sebelumnya. Ini sebagian besar disumbangkan oleh kenaikan harga yang tipis pada awal bulan Maret tahun ini yang diharapkan 

memberikan kontribusi untuk mengimbangi kenaikan biaya tahun lalu, ketika sama sekali tidak dilakukan kenaikan harga meskipun biaya- 

biaya meningkat. Kontributor peningkatan kinerja ini adalah inisiatif penghematan biaya yang dilaksanakan oleh beberapa unit di organisasi. 
Dalam kondisi ekonomi yang relatif kondusif selama tahun ini, Perseroan menghasilkan total omset sebesar Rp. 4,99 triliun termasuk 

penjualan konsinyasi yang mewakili pertumbuhan 8,39 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Total pendapatan yang terdiri dari 

pendapatanpenjualanmakanandanminuman,pendapatankonsinyasidaripenjualanCDdan pendapatandariongkoskirimpesanantar 
sebesar Rp. 4,88 triliun dibandingkan Rp. 4,48 triliun pada tahun 2015, menghasilkan pertumbuhan 9,12 persen yang jauh di atas 

pertumbuhan tahun lalu sebesar 6,32 persen.


Marjin kotor sebelum royalti selama tahun ini sebagai persentase dari pendapatan meningkat sebesar 1,68 persentase poin, dari 60,86 
persen pada tahun 2015 menjadi 62,54 persen tahun ini. Peningkatan marjin yang drastis ini menjadi sekitar Rp. 330,4 milyar dikontribusikan 

oleh kenaikan harga selama kuartal pertama pada tahun ini, ditambah dengan peningkatan yang relatif lebih rendah terhadap biaya ayam per 

ekor pada tahun 2016 sebesar 1,69 persen dibandingkan dengan peningkatan rata-rata sebesar 2,83 persen pada tahun sebelumnya, serta 
dampak marjin kotor atas perubahan menu mix. Pemborosan terkendali berkat peluncuran produk Winger yang efektif sebagai inovasi 

produk juga berkontribusi terhadap perbaikan marjin selama tahun ini.


Di tingkat operasional, beberapa inisiatif penghematan yang dilakukan terutama pada biaya SDM, karena upah minimum selalu meningkat 
setiap tahun. Program eisiensi dan produktivitas terus dilaksanakan pada tingkat operasi untuk secara efektif memastikan optimalisasi 

tenaga kerja yang diperlukan untuk mengoperasikan restoran bertipe apapun. Peningkatan upah minimum secara nasional pada tahun ini 

tidak terlalu besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun, karena efek penyesuaian gaji tersebut terhadap tingkat gaji berikutnya, 
dampak terhadap biaya SDM sebagai persentase dari pendapatan sekitar 19 persen masih sedikit tinggi. Peningkatan biaya penjualan dan 

promosi sebesar 7,45 persen tahun ini lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan sebesar 8,39 persen yang dicapai selama 
tahunlalu,sehinggamemberikankontribusibagieisiensibiayatahunini. Dengandemikian,ditambahdenganinisiatifpenghematanyang 

dilakukan oleh divisi lainnya, pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan laba operasional sebesar 1,70 persen, dari 2,77 

persen pada tahun 2015 menjadi 4,47 persen tahun ini. Dimana EBIT korporasi meningkat menjadi 4,64 persen pada tahun ini dibandingkan 
2,98 persen pada tahun lalu.


Selama tahun ini, tambahan 42 gerai baru dibuka dimana 7 gerai merupakan relokasi, memberikan kontribusi total bersih 35 pembukaan 

gerai baru, sehingga total jaringan restoran secara nasional berjumlah 575 gerai. Dari total pembukaan gerai baru, 6 gerai adalah model unit 
bersakala kecil yang disebut Box unit, yang dirancang untuk menembus zona perdagangan yang lebih kecil atau sebagai pengisi di antara 

dua gerai reguler, sehingga memberikan total 13 unit Box pada akhir tahun 2016. Di antara kota-kota / kotamadya baru yang tercakup 

selama tahun ini termasuk Kuningan di Jawa Barat, Deli Serdang di Sumatera Utara, Payakumbuh di Sumatera Barat, Singkawang di 
Kalimantan Barat, Pinrang dan Wajo di Sulawesi Selatan, Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, Kotawaringin di Kalimantan Tengah, 

Merauke di Papua, Bireun di Aceh, Tebing Tinggi di Sumatera Utara. Sebagai bagian dari upaya pengembangan Perseroan, 40 gerai yang 

sudah ada direnovasi dan dibentuk kembali dengan kriteria desain baru agar lebih trendi lengkap dengan fasilitas yang telah diperbaharui 
danyangbanyakdiperlukandemiuntuklebihmeningkatkancitramerek. Semuainisiatifpembangunaninididanaidaridanayangdihasilkan 

secara internal. Akan tetapi, di beberapa proyek pengembangan gerai baru, sebagian dari total investasi proyek ditawarkan kepada pihak- 

pihak terpilih yang berminat untuk memberikan kesempatan bagi individu pribadi atau kelompok yang potensial untuk berinvestasi pada 
merek.



















2




   1   2   3   4   5